Selasa, 08 Maret 2011

PUPUK CAIR UNTUK TANAMAN

PUPUK CAIR UNTUK TANAMAN (HIAS ATAU BUAH) DALAM POT atau TANAMAN BUAH CANGKOK


bahan:
1.1/2 kg belerang + 5 kg dolomit direbus dalam 50liter air hingga mendidih, setelah dingin campurkan 2 ons bleng (klo mau yang alami bisa di dapat di Bledhug Kuwu Purwodadi) + bio amz 1 liter

2. 50 kg kompos + 500 liter air ( diaduk, ulangi sampai beberapa hari)

3. bahan 1 dan 2 dicampur

4. kocorkan keakar

selamat mencoba
kalo terbukti manjur dan pembaca yakin, bisa dituang ke dalam jerigen dan dijual murah

Ramuan pupuk/pupuk daun buat tanaman cabe, tomat pada musim hujan

Ramuan pupuk/pupuk daun buat tanaman cabe, tomat pada musim hujan


1/2 kg belerang + 1/2 kapur sirih atau dolomit direbus dalam 50liter air hingga mendidih, setelah dingin campurkan 1/4 ons bleng + bio amz 2 gelas.
manfaat larutan diatas adalah untuk mencegah penyerapan air yang berlebihan, menekan kembung pada cabe, mempercepat buah menjadi merah.
Cara pemakaian : 1 liter untuk 1 tangki semprotan, semprotkan ke tanaman (batang dan daun). Untuk pengocoran 1 liter dicampurkan 150 liter air + 1 gelas AMZ + 1 telur ayam kampung/bebek+ 2 potong terasi, 1 gelas campuran untuk 1 pohon, kocorkan pada akar pohon.
selamat mencoba. armin's




Rambutan SARAT BUAH MESKI DALAM POT

Rambutan SARAT BUAH MESKI DALAM POT


Buah Rambutan Banyak orang enggan menanam tabulampot rambutan. Alasannya, susah berbuah. Padahal, jika tahu caranya, tabulampot rambutan pun bisa berbuah lebat, lho.

Tanaman buah dalam pot (tabulampot) kini sudah tak asing lagi bagi para pecinta tanaman. Aneka tanaman buah yang dulu hanya ditanam di halaman yang luas, kini banyak ditanam orang di dalam pot. Namun, sepertinya tak banyak orang yang melirik tabulampot rambutan. Kenapa?

Jujur diakui, tabulampot rambutan seringkali mogok berbuah, bahkan tak pernah berbuah sekali pun. Malah, mati sebelum berbuah. Padahal, tanaman rambutan dalam pot sebetulnya bisa menghasilkan buah, asal kita tahu rahasianya.

Rambutan (Nephellium lappaceum) berasal dari Malaysia dan Indonesia. Kerabat dekatnya antara lain leci (N. litchi) dan kepulasan (N. mutabile). Sentral tanaman rambutan tersebar di berbagai daerah, seperti Bogor, Subang, Bekasi, Purwakarta, Semarang, Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Magelang, Jember, Blitar, dan Lumajang, Sleman, Bantul serta DKI Jakarta, khususnya di Pasar Minggu.

Di negeri kita banyak varietas rambutan, entah itu varietas lokal maupun varietas unggul. Untuk varietas lokal, sebut misalnya Aceh Gundul, Aceh Gula Batu, Aceh Gendut, Aceh Kuning, Aceh Padang Bulan, Aceh Garing, Aceh Pao Pao, Aceh Kering Manis, Simacan, Sitangkue, Sinyonya, Brahrang, Hape, dan sebagainya. Sedangkan yang unggul, sekurang-kurangnya ada 8 varie­tas, antara lain Rapiah, Lebak Bulus, Anta Lagi, Sibongkok, Sibatuk Ganal, Garuda, Nona, dan Binjai.

PILIH VARIETAS BINJAI

Pohon Rambutan Pertanyaannya, varietas mana yang akan kita pilih untuk ditanam dalam pot? Belajar dari pengalaman, ternyata varietas Binjai yang “cocok” ditanam dalam pot. Alasannya, lebih cepat berbuah dibandingkan varietas lain. Apalagi jika bibitnya berasal dari okulasi, yang bisa berbuah kurang dari setahun. Varietas Binjai juga memiliki keindahan tersendiri. Ia memiliki 4 – 5 cabang dan karena itu lebih rimbun. Buahnya juga ngelotok dan manis.

Biasanya, wadah tanam tabulampot adalah pot dari tanah liat. Ukurannya tergantung kondisi bibit yang hendak ditanam. Misalnya, untuk bibit setinggi 50 cm, bisa digunakan pot berdiameter 30 cm.

Namun, untuk tabulampot rambutan, sebaiknya gunakan wadah tanam berupa drum. Ukuran drum sebaiknya agak besar, sebab ukuran bibitnya juga agak besar. Sebagai pedoman, gunakan bibit rambutan Binjai setinggi 60 – 75 cm dengan diameter drum sekitar 50 – 60 cm. Drum ini harus diberi lubang-lubang kecil di bagian dasarnya, kemudian diberi ganjalan berupa batu bata atau batako, sehingga pembuangan air penyiraman lancar. Selama ini, banyak variasi media tanam untuk tabulampot.

Misalnya campuran tanah gembur, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 5 : 1 : 2. Ada juga campuran pupuk kandang, pasir, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ma sih ada lagi campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2, atau campuran sekam dan pasir dengan perbandingan 1 : 1.

Yang perlu diketahui, tabulampot sangat sensitif terhadap media tanam yang memadat, yang mengakibatkan daun cepat mengering lalu rontok. Oleh karena itu, disarankan menggunakan media tanam berupa pupuk kandang seluruhnya. Lebih baik lagi jika pupuk kandang tadi diberi insektisida Furadan 3 G sebanyak 100 gram per drum. Ini untuk mencegah serangan hama.

TAHAP-TAHAP MEMASUKKAN PUPUK KANDANG KE DRUM

Pertama, masukkan pecahan batu bata ke dasar drum hingga mencapai seperempat bagian drum.

* Di atas lapisan batu bata, isikan selapis ijuk atau humus atau
daun-daun kering.
* Masukkan pupuk kandang hingga mencapai 2 cm di bawah bibir
drum.
* Siram hingga cukup basah.

MOGOK BERBUAH?

Keluhan sering muncul ketika tabulampot rambutan tak mau berbuah lagi. Bahkan, seumur-umur hanya berbuah sekali dan setelah itu macet. Padahal, perawatan sudah dilakukan. Termasuk penyiraman dan pemupukan. Jika menghadapi problema seperti itu, jangan cepat-cepat putus asa! Tanaman masih bisa direkayasa, kok.

Caranya, keluarkan tanaman dari drum, amati kondisi fisiknya, lalu pangkas sebagian daunnya. Setelah itu, tanam langsung di tanah. Sementara itu, siapkan juga media tanam (pupuk kandang) yang baru. Bila sudah tampak tunas-tunas baru, pindahkan tanaman dari tanah lapang ke drum. Gampang kan ?

CARA MENANAM BIBIT DALAM POT

Siram media tanam dalam polybag, lalu sobek, dan keluarkan bibit bersama tanahnya. Bila akar, daun, dan cabang tampak panjang, sebaiknya dipangkas.

1. Gali media dalam drum membentuk lubang. Sesuaikan ukuran lubang dengan ukuran perakaran bibit rambutan.
2. Tambahkan pupuk NPK, dengan perbandingan 15 : 15 : 15, sebanyak 100 gram, lalu aduk-aduk hingga merata.
3. Masukkan bibit ke lubang dalam drum. Pelan-pelan, tekan tanah pada bagian pangkal bibit pelan-pelan.
4. Siram sampai cukup basah.
5. Untuk sementara waktu, beri tutup kantung plastik transparan dan
letakkan di tempat yang teduh. Jika sudah tumbuh tunas-tunas baru,
singkirkan tutup.

TIPS PERAWATAN

Faktor perawatan kerap diabaikan. Padahal, sangat penting dan kerap jadi kunci keberhasilan penanaman tabulampot rambutan.

Perawatan apa saja yang harus kita lakukan?
1. Penyiraman
Di musim kemarau, penyiraman sangat perlu. Jika memakai air PAM, yang biasanya mengandung kaporit, sebaiknya endapkan dulu semalam, dan baru esoknya disiramkan. Namun, usahakan benar-benar jangan sampai air siraman menggenang lebih dari 12 jam. Genangan air bisa merangsang timbulnya penyakit busuk akar.

2.Penggemburan
Ingat, usahakan media tanam tidak memadat. Pemadatan media biasanya terjadi karena penyiraman yang berlebihan. Setelah itu, lakukan penggemburan dengan menggunakan sekop kecil. Hati-hati, jangan sampai merusak akarnya.

3.Pemupukan
Meski media tanam menggunakan pupuk kandang, pupuk organik masih diperlukan. Sampai umur 2 tahun, setiap 4 bulan, tambahkan NPK (15:15:15) sebanyak 25 gram per drum. Sejak umur 3 tahun dan seterusnya, setiap drum diberi 100 gram NPK (15:15:15). Caranya, benamkan pupuk NPK sedalam 10 cm, lalu siram hingga cukup basah.

4.Pemangkasan
Pemangkasan tabulampot rambutan di samping untuk membentuk habitus (kanopi) tanaman agar tampak pendek, juga agar cabang dan pertumbuhannya seimbang. Pemangkasan perdana dilakukan saat tanaman berumur kurang dari setahun, atau tinggi batang sekitar 75 – 100 cm dari permukaan drum. Cara pemangkasan adalah, untuk pemangkasan perdana, pilih 3 cabang primer. Bila panjang cabang primer mencapai 50 cm, pangkas ujungnya hingga tumbuh cabang-cabang sekunder. Pilih hanya tiga cabang sekunder per cabang primer. Selanjutnya, pangkas ujung cabang sekunder sampai tumbuh cabang tersier, dan pilih hanya tiga cabang tersier. Nah, dari ketiga cabang tersier inilah akan terjadi pembungaan dan pembuahan.tabloit nova

Senin, 07 Maret 2011

Keajaiban Taman Patung Bawah Laut Meksiko


Taman patung bawah laut ini sekaligus menjadi terumbu karang buatan.

Taman Patung Bawah Laut Meksiko (Jason de Caires Taylor)



Pematung Inggris Jason de Caires Taylor menciptakan suatu keajaiban di Taman Laut Punta Cancún, Isla de Mujeres, dan Punta Nizuc, di Cancun, Meksiko.

Dalam sebuah proyek yang dinamakan "The Silent Evolution", Taylor menciptakan sebuah taman patung bawah laut, yang juga berfungsi sebagai terumbu karang buatan.

Taylor seperti menyulap laut menjadi galeri seni dengan menempatkan 400 figur patung, yang mengambil model dari penduduk setempat. Seperti dikutip dari Guardian, selain untuk menarik minat wisatawan, proyek ini juga bertujuan melestarikan habitat laut.

Taylor menjelaskan, selama ini terumbu karang alami di sekitar Cancun mengalami kerusakan akibat pencemaran dan eksploitasi ikan. Terumbu karang buatan ini pun diharapkan dapat 'mengistirahatkan' terumbu karang alami akibat kunjungan 750.000 ribu turis setiap tahunnya.

Terbuat dari semen khusus, patung ini sekaligus menjadi terumbu karang yang 'ditanam' sepuluh meter dari permukaan air laut. Variasi ikan dan makhluk laut lain di Laut Karibia pun akan terjaga kelestariannya di habitat buatan ini.

• VIVAnews

Tanaman 'Bunglon' Bisa Berganti Warna

Tanaman 'Bunglon' Bisa Berganti Warna

Ilmuwan menemukan tanaman yang bisa mendeteksi keberadaan bahan berbahaya di sekitarnya.

Ilmuwan dan tanaman 'bunglon' yang bisa berganti warna (The Denver Post)

VIVAnews - Bukan cuma bunglon yang bisa berganti warna kulit. Ternyata, tanaman pun kini bisa berubah warna sesuai dengan kondisi yang menaunginya.

Adalah June Medford, seorang pakar biologi dari Colorado State University, yang berhasil melakukan rekayasa genetik terhadap tanaman arabidopsis, sehingga tanaman tersebut bisa berganti warna.

Seperti dikutip dari situs PCWorld, tanaman hasil rekayasa Medford dan timnya, akan berubah warna dari hijau menjadi putih saat tanaman itu mendeteksi kehadiran unsur berbahaya di dekatnya, seperti obat terlarang, polutan, atau bahkan material eksplosif.

Awalnya, Medford menggunakan komputer untuk mendesain protein tanaman bernama reseptor. Kemudian, Medford memanfaatkan bakteri untuk memodifikasi reseptor tanaman tersebut.

Dengan struktur genetika yang telah dimodifikasi, maka reseptor tumbuhan bisa mendeteksi partikel-partikel bahan kimia berbahaya, polutan, bahan peledak, atau ancaman lain. Saat mendeteksi kehadiran zat-zat tersebut, tanaman akan mengirimkan sinyal, sehingga warna hijaunya berubah menjadi putih.

"Bila Anda membawa sesuatu ke bandara internasional Denver, misalnya sebuah bahan peledak, maka tanaman ini akan berubah warna menjadi putih. Ini akan memberikan keamanan bagi Anda," kata Medford, 52, kepada situs The Denver Post.

Proyek penelitian itu didukung oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) sejak 2003, dengan bantuan dana sebesar US$500 ribu atau Rp4,5 miliar. Belakangan, riset ini juga mendapat dukungan dari The Office of Naval Research, Department of Homeland Security, dan Defense Threat Reduction Agency.

"Harapan kami, tanaman ini bisa ditempatkan di lokasi umum, sehingga bisa mendeteksi bahan peledak di lokasi tempat benda berbahaya itu sedang dirakit," kata Doug Bauer, Program Manager riset eksplosif pada Homeland Security di Washington DC.

Aplikasi lainnya, tanaman ini juga bisa digunakan oleh polisi untuk memberantas peredaran obat terlarang, atau melindungi tentara yang tengah konvoi dari bom dan ranjau.

Kini, tanaman ini masih memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk merespons keberadaan zat-zat berbahaya tadi dan perubahan warna. Namun, para ilmuwan yakin akan diperoleh kemajuan sehingga respons yang ditunjukkan tanaman bisa segera terlihat dalam hitungan menit. (art)

• VIVAnews

Kamis, 14 Oktober 2010

Bunga Kamboja

Bunga Kamboja bisa kurangi sakit,itu dulu. sekarang ”nasib” kamboja telah berubah. Perhatikan saja, sekarang tanaman bertubuh tinggi ini mulai menghiasi halaman rumah di kota-kota besar. Orang pun tak ragu lagi menghiasi interior rumah dengan tanaman berbunga cantik ini.

Istimewanya lagi karena penampilannya yang cantik dan dekoratif, kini kembang kamboja memiliki peranan besar dalam seni merangkai bunga parsel.

Memang, kamboja telah berubah citra, dari penghias kuburan menjadi tanaman hias yang menawan. Ini bisa terjadi karena para praktisi ”perbungaan” tak henti-hentinya mengembangkan variasi bunga kamboja dengan mengawinsilangkannya. Dari situ, muncul berjenis-jenis kamboja dengan warna yang sangat variatif. Tak cuma putih dan merah muda, tapi juga kuning, merah maroon, oranye, dan sebagainya.

Kemudian, sesuai dengan warnanya, muncul pula nama dan julukan baru untuk tanaman ini, antara lain Putri Salju, Mutiara, Merah Kecap, Putri Bal, Pecah Seribu, Putri Gunung, dan lain-lain.

Seiring dengan bertambahnya peminat, harganya pun kian melesat. Oleh karena itu, tak perlu heran bila ada kamboja dengan tinggi 2-3 meter (siap tanam) berharga Rp 1-1,5 juta, sementara yang tingginya baru 1-2 meter bernilai Rp 200-300 ribu. Dan, boleh percaya atau tidak, cukup banyak kolektor asal Pulau Jawa yang ”nekat” mendatangkan pohon-pohon kamboja berusia ratusan tahun dari Bali.

Tahan banting

Kamboja atau Plumeria Sp. tergolong tanaman yang dapat mencapai usia ratusan tahun seperti halnya kaktus raksasa. Tanaman ini merupakan jenis suculent, yakni tumbuhan yang dapat menyimpan air pada seluruh bagian tubuhnya, dari akar, batang, daun, bunga, sampai buah.

Kamboja memiliki beberapa keluarga dekat, yakni Pachypodium, Adenium (Kamboja Jepang), dan Mandevila, tapi meski satu keluarga, bentuk dan warna bunganya berbeda. Keunggulan dari tanaman tropis yang satu ini adalah berbunga sepanjang tahun, ”tahan banting”, dan mudah beradaptasi dengan berbagai iklim. Ia berasal dari kawasan Meksiko Kolombia, Ekuador, Venezuela, dan menyebar ke Asia, hingga ke Indonesia.

Di tanah air, kamboja tumbuh di dataran-dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl dan memiliki segudang nama, di antaranya Kamboja doka, Cempaka mulia, Karassi, Nojha, dan sebagainya.

Jenis kamboja yang sedang bertengger di puncak kepopuleran saat ini adalah Kamboja Jepang atau adenium. Varietas ini pertama kali ditemukan di Aden, Yaman, tapi ironisnya, sekarang nyaris tak ada lagi adenium di sana. Sebaliknya, ia dengan mudah bisa kita temukan di negara-negara pengembang Adenium seperti Jepang, Thailand, dan Taiwan.

Seperti kamboja-kamboja lainnya, kini adenium tak hanya berwarna polos merah atau putih, melainkan sudah berkembang jadi silangan antarspesies dengan variasi warna dan motif yang sangat cantik. Karenanya, tak mengherankan bila jenis ini sangat ”laku” sebagai bunga parsel. Bentuk artistik dan ketahanan hidupnya yang tinggi jadi alasan utama.

Sebagai pendatang paling gres, Kamboja Jepang juga punya kans besar untuk masuk di ”jajaran” parsel tanaman. Ia merupakan tanaman ”tahan banting” dan mudah dirawat sehingga pas sekali untuk dikirim ke kerabat dan rekanan yang ”buta” tanaman. Yang jelas, penerima parsel tak perlu bingung merawat. Pemeliharaan, pemupukan, penyiraman dan penyemprotan insektisida tak perlu terlalu ”serius”.

Selain itu, umur kamboja yang panjang — bisa mencapai ratusan tahun — membuat si pengirim selalu diingat. Keunggulan lain, meski ia berasal dari gurun, penempatan di dalam ruangan tak jadi masalah. Daya tarik lainnya, hampir seluruh varietas kamboja memiliki sifat mekar tak serempak, artinya ia bakal berkembang susul-menyusul dalam satu pohon, sepanjang tahun.

Khasiat tanaman

Tinggi kamboja rata-rata sekira 6 meter, batang, pokoknya besar, berkayu, dan keras. Cabang-cabang mudanya lunak dan terdapat totol-totol bekas tumpuan daun yang sudah rontok. Bentuk daunnya lonjong dan meruncing di bagian ujung-ujung tangkai.

Perbiakannya tidak sulit. Bisa biji, bisa juga dengan stek batang. Biasanya, perbanyakan dengan stek akan lebih mudah dan cepat, juga tidak bergantung pada musim.

Selain berguna untuk tanaman hias, ternyata kamboja juga memiliki beberapa khasiat. Batangnya mengandung getah putih yang mengandung damar, kautscuk, senyawa sejenis karet, senyawa triterpenoid amytin dan lupeol. Tetapi, hati-hati, kulit batang kamboja mengandung senyawa plumeirid, yakni senyawa glikosida yang bersifat racun.

Karena bersifat racun dan bisa mematikan kuman, getah kamboja dengan dosis yang tepat berguna sebagai obat sakit gigi atau obat luka, sedangkan kulit batangnya sangat efektif untuk menumpas rasa sakit karena bengkak dan dan pecah-pecah pada telapak kaki.

Untuk menghilangkan rasa sakit pada gigi berlubang. Ambillah beberapa tetes getah kamboja dengan menggunakan kapas, kemudian letakkan si kapas di gigi yang sakit. Hati-hati, jangan sampai mengenai gigi yang tidak sakit. Dosisnya 1-2 kali sehari. Namun, pengobatan dengan getah ini hanya bersifat sementara saja, dan tak bisa menyembuhkan secara tuntas.

Untuk obat frambusia, ambillah kulit batang kamboja sebanyak 3 telapak tangan, kemudian dicuci dan dipotong-potong. Rebus dengan air bersih sebanyak kira-kira 3 liter sampai mendidih, selama 15 menit. Tunggu sampai hangat atau suam-suam kuku. Selanjutnya, manfaatkan air rebusan ini untuk mandi atau berendam.

Teknik penanaman

Siapkan pot berdiameter 30-60 cm, dengan tinggi 40-50 cm. Isi dengan media tanam berupa tanah kebun yang banyak mengandung humus, pupuk kandang, dan pasir (perbandingan 2 : 2 : 3), sebelum diisi media tanam, dasar pot diberi koral agar resapan airnya baik.

Tanamkan bibit pohon dengan tinggi sekira 1-2 meter. Kemudian, letakkan pot pada tempat yang mendapat sinar matahari, sedikitnya 8 jam sehari.

Penyiraman cukup 2-3 hari sekali. Agar tanaman tak cepat tinggi, tanamlah pohon berikut plastik/karungnya. Caranya, gali tanah sedalam tinggi plastik, lalu masukkan kantung bibit plus tanaman, kemudian uruk dengan tanah.

sumber: indonesiaherbal

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan hibrida bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah jambu.

Di Sumatera dan Malaysia, kembang sepatu disebut bunga raya. Bunga ini ditetapkan sebagai bunga nasional Malaysia pada tanggal 28 Juli 1960. Orang Jawa menyebutnya kembang worawari.

Hibiscus rosa-sinensis
Hibiscus rosa-sinensis
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Hibiscus
Spesies: H. rosa-sinensis
Nama binomial
Hibiscus rosa-sinensis
L.

Deskripsi

Bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima.

Pada umumnya tinggi tanaman sekitar 2 sampai 5 meter. Daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang meruncing. Di daerah tropis atau di rumah kaca tanaman berbunga sepanjang tahun, sedangkan di daerah subtropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur.

Bunga berbentuk terompet dengan diameter bunga sekitar 5 cm. hingga 20 cm. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah.

Tanaman berkembang biak dengan cara stek, pencangkokan, dan penempelan.

Manfaat

Kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Bunga digunakan untuk menyemir sepatu di India dan sebagai bunga persembahan. Di Tiongkok, bunga yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Indonesia, daun dan bunga digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang sepatu yang dikeringkan juga diminum sebagai teh.

Di Okinawa, Jepang digunakan sebagai tanaman pagar. Di bagian selatan Okinawa, tanaman ini disebut Gushōnu hana (後生花?, bunga kehidupan sesudah mati) sehingga banyak ditanam di makam.

sumber : wikipedia